Akibat Perlihatkan “Anunya” Kepada Perawat, Oknum Buruh Bangunan Dipolisikan di Desa Lakatong Marbo

  • Whatsapp

TAKALAR – pantau24jam.com. Pria bernama Hendrik (20 thn) pekerjaan buruh bangunan harus berurusan dengan polisi, gegara kelakuan bejadnya memperlihatkan kemaluannya pada seorang gadis HL (27 thn) di Desa Lakatong Kec.Marbo Kab. Takalar Sulsel.

Gadis HL (27) yang berprofesi sebagai perawat di salah satu Puskesmas Kecamatan Mangarabombang, saat pelaku membeli kopi di warung korban. Jumat malam, (31/1/2020).

Menurut keterangan korban, kejadian sekitar pukul 22.00 Wita jumat malam, kejadiannya di Dusun Pa’gannakkang Desa Lakatong Kec.Marbo, Kab.Takalar.

Pelaku Hendrik adalah seorang pendatang dari Kab.Jeneponto yang selama ini bekerja sebagai buruh bangunan.

Kronologis kejadian bermula saat pelaku datang mau membeli kopi diwarung korban, “Saat saya mau beri uang kembaliannya, saya heran karena dia masuk ke kios saya, jadi kubilang janganki masuk, tapi pelaku tetap masuk lalu memanggil-manggil namaku dan tiba tiba membuka celananya memperlihatkan kemaluannya”, ujar HL

“Kemudian saya berteriak, tapi pelaku bilang berteriak saja, makanya saya langsung teriak”, jelas korban kepada awak media.

“Mendengar terikan saya, keluargaku semua kaget, dan keluar dari rumah, dan saat itu pelaku masih ada, tapi alasannya sama keluargaku katanya cuma belanja. Tapi malam itu saya belum tanya keluargaku atas perbuatan pelaku, karena takutnya keluargaku bertindak main hakim sendiri pada pelaku”, kata HL

Saat pagi, iparku tanyaki mamaku bilang tanya ki kenapa saya berteriak keras tadi malam, jadi mamaku bertanya sama saya, barulah saya menceritakan semuanya. Jelas Korban lagi.

Atas kejadian yang menimpanya, korban bersama kedua orang tuanyapun melaporkan kasus tersebut ke pihak Polres Takalar.

“Saya melapor ke Polres Takalar jam 14.00 Wita kemarin, Sabtu. (1/2/2020), tapi sebelumnya saya melapor ke kantor desa terlebih dahulu, tapi kepala desa menyarankan untuk memberi peringatan dulu, supaya tidak mengulangi perbuatannya, tetapi kepala desa juga tidak melarang kalau kami mau melapor ke polisi, lalu bapak saya tetap memutuskan untuk melapor ke Polres Takalar”, Tutup korban.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Polres Takalar terkait penanganan kasus yang menimpa perawat di Desa Lakatong Marbo Tersebut.

Alfiank

Related posts