Tanah Warisan Di Klaim Oknum, Ahli Waris Bakal Polisikan Dugaan Perampasan Hak

  • Whatsapp

TAKALAR – pantau24jam.com. Lahan tanah darat milik Dora bin Dalo Sama (alm) terletak di Desa Lassang Barat, Dusun Mattoangin, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Tanah darat tersebut dulunya Desa Lassang, dimana Desa lassang sudah dimekarkan menjadi dua, yakni Desa Lassang dan Lassang Barat.

Tanah milik Dora bin Dalo Sama telah diwariskan kepada anaknya bernama Bombang Nai bin Dora ( alm ) dan selanjutnya Bombang Nai bin Dora kemudian mewariskan lagi kepada anaknya bernama Muh Ilyas dg Gassing.

Menurut keterangan Muh. Ilyas dg Gassing kepada media ini, tanah tersebut benar milik Dora bin Dalo Sama (alm nenek) kemudian mewariskan kepada Bombang Nai bin Dora ( bapak ). Sebelum bapak meninggal, di berikanlah warisan itu kepada kami anaknya.

“Surat Rinci kebo (surat Putih) yang kami pegang sebagai alas hak tahun 1976 dengan luas kurang lebih 0,16 Ha, letaknya pada Dusun Mattoanging, Desa Lassang Barat, Kecamatan Polut, Kabupaten Takalar, ucap Ilyas kepada media ini (30/01/2020)

Lanjut dikatakan, tanah warisan nenek kami, kini ada orang yang mengklaim yang menyatakan itu tanah neneknya, sedangkan surat yang mereka perlihatkan berlokasi di dusun Tammuloe Desa Lassang Barat, Kecamatan Polong Bankeng Utara Kabupaten Takalar.

“Ada dua orang warga yang mengklaim tanah warisan nenek kami, yakni (AT), luas 56 Ha, sementara yang satunya ( M ) luas kurang lebih 0,11 Ha. Anehnya lagi, lokasi keduanya jelas beralamat pada dusun Tammuloe, sementara tanah peninggalan almarhum beralamat dusun Mattoanging”, jelas Ilyas

Lanjut Ilyas, tanah warisan peninggalan almarhum, ada nama kemiripan yang sama, namun hanya nama Dora, tapi nama sambungan di belakang memiliki perbedaan.

Kami keluarga Dora bin Dalo Sama (alm), sudah menyampaikan kepada Amiruddin, S.Sos selaku Plt Kepala Desa Lassang Barat, agar segera memanggil keduanya dan mempertemukan kami di kantor desa guna memperjelas objek yang mereka klaim.

“Kami punya dasar alas hak berupa Rinci kebo (surat putih) asli peninggalan almarhum, apabila kedua orang yang mengklaim tanah nenek kami, maka coba tunjukkan surat asli masing-masing, jangan hanya Foto copy saja diperlihatkan”, urai Ilyas

“Kasus ini kami tidak tinggal diam, ada banyak saksi yang siap membantu ketika nantinya kami perhadapkan ke ranah hukum, jangan mau ngaku-ngaku tanpa ada landasan hak mendasari. Dalam waktu dekat ini, kata dia, bakal melaporkan ke pihak yang berwajib, biarkan pihak berwenang menyelesaikan kasus tersebut,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, salah seorang warga belum mau dituliskan namanya berinisial ‘DG’ membenarkan, “Iya benar, tanah tersebut adalah tanah milik Dora bin Dalo Sama (alm) yang diwariskan turun temurun hingga tanah itu diwariskan lagi kepada Muh. Ilyas dg Gassing”, beber DG.

“Benar tanah itu milik Dora bin Dalo Sama (alm), diwariskan kepada Bombang Nai (alm), kemudian diwariskan lagi kepada Muh. Ilyas dg Gassing (anak Bombang Nai)”, terang DG kepada media ini pada bulan lalu 2019

Kata ‘DG’ dulu saya tinggal bersama keluarga selama 30 tahun di lokasi tersebut, atas izin almarhum orang tua Ilyas dg Gassing, lima anak saya, semuanya lahir di lokasi tersebut. Ada beberapa orang dulunya menempati lokasi almarhum Bombang Nai, mereka itu nantinya dapat memberikan keterangan atau membantu Ilyas”, jelasnya

Hal senada disampaikan salah satu warga yang juga belum mau dimediakan namanya dan berkata, pada saat Bombang Nai (alm) hidup, beliau memberikan lokasinya untuk ditempati tinggal, nah, di lokasi almarhum kami sekeluarga lama tinggal dalam lokasi tersebut

Kami lima bersaudara, empat orang saudaraku dilahirkan dalam lokasi tersebut, sekitar dua puluh tahun saya tinggal bersama keluarga dalam lokasi almarhum.

“Ada dua orang mengklaim lokasi almarhum, padahal mereka tidak ada hubungan keluarga sama sekali. Muh Ilyas dg Gassing adalah pewaris anak dari almarhum Bombang Nai.

“Jika di kemudian hari, kata dia, Ilyas dg Gassing, membutuhkan saya sebagai saksi, maka kami dan lainnya bersedia membantunya, karena setahu saya, tanah tersebut adalah warisan peninggalan Orang tuanya,” tegas DG.

Bersambung

Sikki

Pos terkait