Meriah Diskusi Publik Oleh Majelis Fikrul Mustanir Tema: ‘Indonesia 2030 Hilang’ di Balkop Jeneponto

  • Whatsapp

JENEPONTO. pantau24jam.com. Majelis Fikrul Mustanir kolaborasi Komunitas Ballakopituratea mengadakan Diskusi Publik Dengan Tema ; Indonesia 2030 Akankah Hilang.

Dipandu oleh Arman dan menampilkan Narsum Azis Fathoni dari akrtivis dan mantan Dosen Muhammadiyah Bandung. Bertempat di Balla Kopi Turatea, Jalan. Lanto Daeng Pasewang, Kamis 30/1/2020.

Mengenakan baju putih dan songkok, Prabowo tampak berapi-api ketika menyampaikan pidato. Kedua tangannya senantiasa bergerak memberikan tekanan terhadap apa yang dia ucapkan.

“Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini.”

“Tetapi di negara lain, mereka sudah bikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Bung, mereka ramalkan kita ini bubar!”

“Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030 Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” kata Prabowo dalam seminar itu.

Yusuf Kalla kemudian menjawab, “Itu kan fiksi,” tetapi ia menandaskan bahwa negara bisa saja bubar karena perpecahan.

Moderator Arman memberikan gambaran saat calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia akan bubar tahun 2030, Nara sumber Diskusi Publik Narsum Azis Fathoni memberikan gambaran umum tentang apa itu khilafah.

“Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia”, urai Narsum Azis Fathoni.

Orang yang memimpinnya disebut Khalifah, dapat juga disebut Imam atau Amirul Mukminin.

Misalnya ketika Khalifahnya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq beliau dikenal dengan sebutan Khalifatu Ar-Rasulillah (penggantinya Nabi Muhammad).

Kata Khalifah diambil berdasarkan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30.

Secara umum, sebuah sistem pemerintahan bisa disebut sebagai Khilafah apabila menerapkan Islam sebagai Ideologi, syariat sebagai dasar hukum, serta mengikuti cara kepemimpinan Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin dalam menjalankan pemerintahan.

Dalam sejarahnya, Khalifah merupakan suatu gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad yaitu dengan julukan “Khulafaur Rasyidin” atau “ Amir al-Mu’minin”.

“Sementara, kekuasaan raja merupakan kekuasaan mutlak yang mempunyai kuasa penuh untuk memerintah negaranya (Monarki Absolut) atau hanya memainkan peranan simbolis yang biasanya tidak ikut campur dalam urusan pemerintahan (Monarki Konstitusional)”, terang Narsum Azis Fathoni.

Diskusi publik meriah dan sempat nampak tegang, diskusi yang dimulai pukul 9.30 pagi berakhir saat adzan sholat dhuhur berkumandang, peserta yang hadir dari Ketua BKPRMI Jeneponto, aktivis Muhammadiyah, dari berbagai organisasi dakwah serta lembaga kajian Jeneponto dan insan Pers.

Andi Karpas

Pos terkait