Korban Diancam Sebar Foto Bugil Kemedsos, Hampir Setahun Pelaku Setubuhi Gadis Belia

  • Whatsapp

SOPPENG – pantau24jam.com. Seorang gadis belia berinisial  “R” (16 thn), harus menanggung aib dan malu, lantaran telah menjadi korban persetubuhan oleh seorang lelaki bernama Andri (19 thn).

Bahkan, pelaku juga di duga mengancam akan menyebarkan foto bugil dan vidio tak senonoh milik korban bersama pelaku ke media sosial.

Kronologis kejadian menurut korban kepihak keluarganya mengungkapkan, berawal dari bulan Maret tahun 2019, pelaku Andri yang dekat dengan dirinya mengajaknya kerumah pelaku di sekitar Lapangan Takkalalla Kabupaten Soppeng, disitulah pertama kalinya pelaku menyetubuhi korban.

Rupanya pelaku sering mengajak korban untuk melakukan hubungan badan, namun korban takut menolak dan selalu mengikuti keinginan pelaku untuk berhubungan badan karena korban sering di ancam oleh pelaku akan menyebarkan video dan foto telanjangnya kalau korban tidak mau mengikuti keinginan pelaku.

Namun pada 28 Desember 2019 korban memberanikan diri menolak keinginan pelaku untuk melakukan hubungan badan, ternyata pelaku membuktikan ancamannya tersebut menyebarkan foto telanjang dan vidio korban.

Mengetahui hal tersebut, akhirnya korban tidak mau lagi ke sekokah karena sangat malu, foto dan vidionya sudah tersebar di teman teman sekolahnya.

Orang tua korban curiga kenapa anaknya tidak pernah sekolah, akhirmya orang tua korban mendesak korban untuk berterus terang, akhirnya korban pun mengaku bila korban pemerkosaan serta beredar foto dan vidio tekanjangnya di sekolah oleh pelaku Andri.

Mendengar pengakuan anaknya tersebut, ibu korban beserta korban akhirnya melapor ke Polres Soppeng dengan No LP : LP/04/I/2020/SPKT, tanggal 16 januari 2020.

Kuasa Hukum korban Fahmi Achnan, SH konfirmasi salah satu penyidik yang menangani perkara tersebut, membenarkan bahwa pada tanggal 26 Januari 2019 pihak kepolisian dari Polres Soppeng telah mengamankan pelaku yang berada di Pekuburan Islam di Takkalalla ketika mengantar orang meninggal untuk dimakamkan.

Orang tua korban melalui Kuasa Hukumnya, meminta agar pihak penyidik Polres Soppeng yang menangani Perkara tersebut, supaya serius dalam menanganinya.

“Kami atas nama keluarga korban, meminta polisi serius menangani perkara ini dan meminta agar pelaku di tuntut dengan hukuman maksimal, karena ini bukan kejahatan biasa”, ujar Fahmi Achnan SH Ahad 26/1/2020

“Pelaku harus disangkakan dengan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU ITE”, terang Fahmi.

Zoel

Pos terkait