Kejati Sulsel on Progress Kasus Proyek Rusus Nelayan Kab. Takalar

  • Whatsapp

MAKASSAR. pantau24jam.com — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) melalui Kepala Seksi Penerangan Hukumnya (Kasi Penkum), Idil membenarkan laporan pengaduan dugaan korupsi proyek rumah Khusus Nelayan Takalar sementara dalam proses.

Idil, SH, MH Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulsel mengatakan dengan jawaban singkat via pesan Whatsapp, “Sementara on progress, lagi pengumpulan data,” tulisnya, Kamis 23/1/20

LSM PERAK kembali mempertanyakan proses penanganan laporan pengaduan dugaan korupsi Proyek pembangunan Rumah khusus (rusus) nelayan di Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar sebanyak 25 Unit yang di kerjakan oleh CV Runa Abadi Mandiri di Kejati Sulsel.

Pasalnya, LSM PERAK menilai proyek tersebut proses penanganan hukumnya di Kejati Sulsel jalan di tempat. Padahal proyek tersebut dilaporkan LSM PERAK Sulawesi Selatan pada Selasa (3/12/2019).

Pihaknya meminta Kejati Sulsel Profesional dalam menangani laporan dugaan korupsi uang negara tersebut.

“Jelas kami mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan laporan kami karena sudah hampir dua bulan kami masukkan laporan,” tegas Ruslan selaku Koordinator Divisi Pelaporan dan Puldata LSM PERAK Sulsel, Senin 27/1/20

Diketahui, proyek tersebut bersumber dari APBN tahun anggaran 2019, dengan Nilai kontrak sebesar Rp. 2.447.919.000.

Dijelaskan, dalam laporan tersebut LSM PERAK menduga kuat besi dan juga kayu yang digunakan diduga tidak sesuai dengan RAB, sehingga dianggap berpotensi merugikan Negara.

LSM PERAK juga menyayangkan pengawasan Tim TP4D Kejati Sulsel yang kecolongan dengan adanya penggunaan material diduga tidak sesuai RAB, juga menduga adanya pembiaran dan adanya indikasi kerjasama antara Kepala Satker, PPK dan Kontraktor.

Tim Investigasi

Related posts