Diduga, Staf PTPN-1 Aceh Karpim Angkatan 2010 Gunakan Ijazah Palsu

  • Whatsapp

LANGSA – pantau24jam.com – Salah seorang karyawan pimpinan PTPN-1 Aceh di Langsa menggunakan Ijazah palsu (bodong) pada saat melakukan tes pada bulan Oktober tahun 2010 lalu.

Menurut salah seorang narasumber media ini yang seangkatan dengan pelaku menyebutkan MAAR nama singkatan sudah menjadi karyawan di perusahaan plat merah milik pemerintah.

Kemudian PTPN-I pada Oktober hingga Desember 2010 melakukan penjaringan untuk calon karyawan pimpinan, ada 84 orang yang lulus, 25 orang merupakan dari karyawan Internal perusahaan. Sedangkan sisanya 59 orang merupakan dari eksternal (orang luar) perusahaan atau masyarakat umum.

Angkatan mereka (2010) saat ini dikenal dengan nama Bravo 84 Dangan syarat harus berpendidikan Sarjana.

“Syarat untuk calon Karyawan Pimpinan (Karpim) minimal harus Sarjana”, jelas salah seorang sumber yang minta namanya di rahasiakan.

Wartawan melakukan penelusuran di PTPN-I Aceh di Langsa, menemukan fakta MAAR benar saat mengikuti tes menggunakan Ijazah Sarjana.

Kepala Humas PTPN-I Saifullah S.E kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (22/01/2020) membenarkan pada saat MAAR mengikuti tes Karpim pada Oktober tahun 2010 menggunakan Ijazah Sarjana, “ini berbicara dokumen perusahaan”, jelasnya.

Dikatakannya, pada saat itu memang disyaratkan harus berpendidikan S1, pada testing (rekrutmen) internal dan eksternal harus berpendirian S1, dan hal itu merupakan syarat mutlak.

“Sebelum dan sesudah angkatan 2010, memang benar ada rekrutmen dari karyawan Internal PTPN-I dari Golongan IIA keatas yang tidak musti harus berpendidikan Sarjana, tapi khusus bagi calon Karpim angkatan 2010 itu syaratnya wajib memiliki Ijazah Sarjana”, jelas Saifullah.

Sementara itu, MAAR saat ditemui wartawan di Royall Caffe, Selasa (21/01/2020) mengatakan dirinya tidak pernah Kuliah, “Saya mulai karir dari bawah, saya tidak menggunakan Ijazah S1, yang melapor itu ada kepentingan, kalau mereka tuduh saya ada Ijazah S1 saya mana buktinya, mana yang asli, yang ada sama mereka kan cuma foto copy nya”, jelasnya.

“MAAR melanjutkan, isu itu sengaja dihembuskan untuk saya karena mereka iri. Memang benar di Kartu Tanda Penduduk (KTP) saya pun pernah saya buat SH, hal itu saya lakukan karena saya sering berpergian, jadi kalau saya di periksa oleh aparat tidak terlalu ribet, urusannya cepat lancar, karena mereka pikir saya ini lulusan Universitas, dengan gelar Sarjana Hukum”, pungkasnya.

Muh. Abubakar

Pos terkait