Laporan Warga ‘Ditolak’, Ada Apa dengan Polsek Tamalatea?

  • Whatsapp
Sariloe bersama anaknya Hariyati

Pantau24jam.com, Jeneponto – Kasus sertifikat tanah palsu yang dilaporkan oleh warga Dusun Karamapanpaja, Desa Borongtala, Kecamatan Tamalate, ditolak oleh Polsek Tamalatea Jeneponto

Alasan penolakan tersebut, menurut Sariloe (50), bahwa kasus tersebut adalah perdata, sehingga Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Tamalatea, tidak memprosesnya

“Surat yang kami adukan secara tertulis, dan laporan sertifikat tanah palsu tidak diproses oleh pihak aparat kepolisian” kata Sariloe yang didampingi oleh anaknya Hariyati usai dari Polsek Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, yang diterima oleh media ini, Selasa (21/1/2020)

Warga Dusun Karamapanpaja, Desa Borongtala, Kecamatan Tamalate ini menjelaskan, bahwa kasus yang dia laporkan tersebut ada indikasi pemalsuan, karena nama di sertifikat tanah tersebut berganti

“Jadi sertifikat atas nama Madong adalah murni asli tapi palsu (Aspal) meskipun itu adalah produk Badan Pertanahan Nasional (BPN). Saya menduga, ada permainan di balik sertifikat nama Madong bin Makka. Padahal tanah itu milik Bana nenek saya” ujar Sariloe

Sariloe menambahkan, bahwa seritifikat tanah itu adalah milik Bana binti Kampala (Almarhum) yang diberikan kepada Sariloe, hal tersebut diketahui berdasarkan bukti Nomor : 596/122/X1/1994 dengan Persil Nomor: 48 C 111, Kohir Nomor : 192, Luas tanah 0,25 Ha, dengan SPPT Nomor : 73.04.020.002.006.0026.0 atas nama Sariloe Dg. Cawang sebagai pengganti keterangan jual beli tanah pada tahun 1994.

Namun tanah tersebut diklaim oleh Lukman bin Parallu, menantu Madong (almarhum)  hingga terjadi pengancaman yang dilakukan oleh Lukman kepada putri Sariloe, Hariyati.

Pengancaman tersebut kata Sariloe, Lukman memasukkan batu gunung dengan menggunakan empat mobil truk di dalam lokasi milik Sariloe

“Ketika didatangi oleh anak saya, Lukman mengancam Hariyati dengan menggunakan batu serta menyuruh untuk meninggalkan lokasi” ujar Sariloe

Atas pengancaman tersebut, Lukman dilaporkan oleh Hariyati di Mapolres Jeneponto dengan laporan Polisi Nomor LP: B/317/Res,1.24/1X/2019

“Akan tetapi laporan pengancaman yang kami adukan hingga kini, Lukman belum diproses” sesalnya

Sariloe beserta anaknya Hariyati sudah berupaya maksimal sampai melakukan pengaduan lewat surat secara tertulis, maupun secara langsung kepada pihak kepolisian dengan maksud melaporkan peristiwa pengancaman dan Sertifikat yang dipalsukan tersebut

“Saya berharap laporan kami bisa diterima namun kenyataannya ditolak. Termasuk pengancaman tersebut juga belum diproses di Mapolres Jeneponto” ucapnya

(Andi Bur)

Related posts