Keluarga Bantah Pemberitaan Kakek Ambo Tang Meninggal Karena Faktor Kemiskinan

  • Whatsapp

JENEPONTO – pantau24jam.com. Penemuan mayat seorang lansia di Jeneponto yang diduga meninggal karena faktor kemiskinan dibantah oleh keluarga korban.

Sahabuddin salah seorang keluarga Ambo Tang Daeng Tutu membantah adanya dugaan penyebab kematian Ambo Tang karena kemiskinan dan kelaparan.

“Almarhum memiliki 3 istri, pada istri pertama memiliki 6 anak, istri kedua 1 anak dan istri ke 3 belum ada anak. Almarhum tinggal di rumah salah seorang anaknya di Dusun Punagaya Desa Bontorappo Jeneponto dan tidak dalam kondisi kekurangan makanan,” ujar Sahabuddin, Senin (20/1/2020).

Di usia 75 tahun, Ambo Tang Daeng Tutu mengidap penyakit pikun atau gangguan saraf sehingga sering meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan anaknya, bapak Ambo Tang mulai pikun sejak istri pertama meninggal. Hal tersebut juga terjadi pada Rabu, 15 Januari 2020 lalu.

“Bapak meninggalkan rumah, diduga karena pikun beliau berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga tersesat dan baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi telah meninggal dunia,” jelas Sahabuddin.

Seluruh keluarga dan tetangga melakukan pencarian. Pada Kamis 16 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 Wita di Dusun Borongloe Desa Bontorappo Kecamatan Tarowang, ditemukanlah mayat Ambo Tang Dg Tutu.

Soal kenapa almarhum dibawa pakai sarung ke rumah duka, karena pihak keluarga tidak mau bersabar menunggu mobil ambukans jenazah yang telah diupayakan oleh Kepala Desa Bonto Rappo H.Mustafa Daeng Enteng.

Jarak antara dusun borong loe ke dusun punagaya hanya berkisar 1 kilometer, kecuali memutar ke kota kecamatan tarowang boleh jadi jaraknya 10 kilometer.

“Bukan kesalahan Pak Kades Bonto Rappo, justru Kades sudah berusaha maksimal tapi keluarga sudah tidak bersabar dan jenazah almarhum sudah berbau dan disegerakan untuk dikebumikan, kami sekeluarga berterima kasih atas bantuan seluruh pihak”, terang Sahabuddin

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jeneponto Dr.H.Syarifuddin Lagu meminta agar tiap pemberitaan dapat berimbang demi menjaga marwah lembaga kewartawanan dan insan pers itu sendiri.

“Mari kawal pembangunan daerah Jeneponto dengan pemberitaan yang berimbang, pemda sangat mengapresiasi tiap berita karena berita adalah ujung tombak pembangunan dan salah satu pilar pembangunan nasional”, jelasnya

Andi Karpas

Pos terkait