Tarif Karcis Keluar-Masuk Pelabuhan Cappa Ujung Pare-Pare, Warga Anggap “Mahal”

  • Whatsapp

PARE-PARE, pantau24jam.com – Tarif Pas Masuk pelabuhan Cappa Ujung Kota Pare-Pare untuk pengantar dan penjemput penumpang mengalami kenaikan mencapai 100 persen, mulai diberlakukan pada 1 Januari 2020 oleh PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Parepare.

H.Bakhtiar Syarifuddin Pemerhati Sosial Masyarakat untuk Kesejahteraan mengatakan bahwa kenaikan tarif pas masuk pelabuhan yang telah diberlakukan oleh PT. Pelindo itu, harap tinjau ulang kembali, ujarnya di kawasan pelabuhan Cappa Ujung Kel Ujung Sabbang Kec Ujung Kota Pare-Pare pada Ahad 19/1/2020

Perbuatan itu dinilai telah ingkar dari azas kepentingan umum yang berpotensi menimbulkan keresahan yang meluas bagi warga masyarakat khususnya pengguna pelabuhan.

“Pada hakekatnya keberadaan pelabuhan itu memiliki peran yang sangat strategis dalam memperlancar roda perekonomian baik untuk kepentingan nasional maupun untuk kebutuhan regional oleh karena pelabuhan itu merupakan pintu gerbang kegiatan perekonomian didaerah setempat”, tegas H.Bakhtiar

Disamping itu, juga sebagai simpul jaringan tranportasi laut untuk penunjang kegiatan mobilitas orang, barang, industri dan perdagangan bagi warga masyarakat, sehingga setiap pemberlakuan dan penetapan tarif yang diberlakukan itu harus berasaskan manfaat dan kepentingan umum.

Pemberlakuan tarif pas masuk pelabuhan khususnya bagi pengantar dan penjemput penumpang yang mencapai 100 persen kenaikannya itu seharusnya punya dasar regulasi yang jelas dan punya kepastian hukum, bukan dengan kesepakatan-kesepakatan dengan pihak tertentu saja.

Sekarang pertanyaannya, apa manfaat yang diperoleh atau dinikmati oleh pengguna pelabuhan khususnya pengantar dan penjemput penumpang atas kenaikan tarif pas masuk pelabuhan itu ? Adakah fasilitas tambahan yang istimewa didapatkan ? Apakah penjemput dan pengantar penumpang sudah tidak terkena hujan atau teriknya matahari saat memasuki kawasan pelabuhan ? Belum ada kan ? Sampai saat ini standar-standar saja.

“Oleh karena itu, saya sarankan dan meminta kepada pihak PT. Pelindo untuk memberhentikan atau setidak-tidaknya menunda pemberlakuan kenaikan tarif baru pas pelabuhan itu.

“PT. Pelindo harusnya mengedepankan asas kepentingan umum untuk memperlancar kegiatan perekonomian warga masyarakat, ingatlah bahwa tidak sedikit warga masyarakat kita bergantung hidup dan kehidupannya di pelabuhan itu,” terang Baktiar.

LipChaby

Related posts