Tambang Galian C Jadi Sorotan LSM Lingkungan Hidup Harus Turun ke Lokasi

  • Whatsapp
Sebuah Mobil Eskavator yang digunakan untuk Tambang Galian C beroperasi di Desa Baruga Kacamatan Pajjukkuan, Kabupaten Bantaeng

Pantau24jam.com, Bantaeng – Tambang Galian C, yang beroperasi di Desa Baruga Kecamatan Pajjukkuan, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, diduga tidak mengantongi izin.

Diduga aktivitas tambang ini ada unsur ‘Pembiaraan’ dari Kadis Lingkungan Hidup, sehingga salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) merasa geram

Pantauan di lokasi, beberapa mobil terlihat keluar masuk mengangkut material di area Desa Baruga yang tidak jauh dari lokasi tambang galian C.

Warga disekitar lokasi tambang saat dikonfirmasi, siapa pemilik lokasi tambang, dia menyebutkan bahwa pemiliknya adalah salah satu anggota DPRD yang tinggal di Kecamatan Pajjukkuan berinisial HR. 

Dijelaskannya, mobil-mobil pengangkut  material yang tidak menggunakan tenda penutup saat melintas di jalan raya, membuat pengendara roda dua terganggu, akibat percikan tanah atau pasir yang tertiup angin saat mobil pengangkut material melaju kencang di Jalan poros.

“Hal tersebut sangat dikhawatirkan bisa terjadi musibah laka lantas,” kata warga setempat kepada media ini yang minta namanya tak disebutkan

Masih menurut warga yang berada di sekitar lokasi tambang itu mengatakan, ada tiga penambang yang beroperasi sudah cukup lama di wilayah hukum Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan

Salah satunya adalah penambang yang notabene anggota DPRD yang masih aktif, di Kabupaten Bantaeng, “Bahkan ada di antaranya juga sebagai oknum Kepala Desa yang masih aktif, melakukan kegiatan tambang, yang tidak jauh dari lokasi tambang milik Pak Dewan,” kata dia

Mobil Eskavator saat beroperasi di Tambang Galian C, Kabupaten Bantaeng

Dari investigasi media ini, beberapa lokasi tambang galian C yang diduga milik anggota DPRD Kabupaten Bantaeng yang masih aktif.

Ketua Tim Investigasi Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) mengecam pemerintah daerah dan juga Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng untuk segera melakukan evaluasi dan memanggil anggotanya

Sebab jika tidak, itu sama saja ada pembiaran yang seharusnya menjadi contoh di mata masyarakat, justru mereka yang melakukan perbuatan yang melawan hukum, yang diduga tidak mengantongi izin alias ilegal.

“Diharapkan lingkungan hidup, ESDM Provinsi untuk segera turun ke lokasi melakukan pembinaan secara hukum, menutup lokasi tambang yang diduga sudah merusak lingkungan hidup di sekitar pemukiman warga, serta memberikan sanksi tegas,” ujarnya. 

Dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, H. Abdullah Taibe, di ruang kerjanya mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini dirinya akan turun ke lokasi untuk menkroscek langsung tambang-tambang yang sebelumnya sudah ada teguran secara lisan

Namun hingga saat ini belum ada titik terang dari pihak penambang, sementara Abdullah juga belum mengetahui siapa pemilik tambang yang sebenarnya

Padahal diketahui Abdullah menjabat sejak 2011 hingga sekarang, jadi mustahil jika pemilik tambang tidak diketahui. Akan tetapi dia berjanji dalam waktu dekat akan turun ke lokasi untuk mempertanyakan apakah IUP yang diminta sudah dilengkapi atau belum

“Kami akan turun ke lokasi dan melakukan tindakan tegas, dengan menyurati para penambang untuk melengkapinya” tutupnya

(Andi Bur)

Pos terkait